Sebuah Doa Dari Aleph

Dalam sebuah kepedihan dan kekecewaan yang teramat dalam, saya teringat sebuah doa yang dibuat oleh Hilal, seorang tokoh dalam buku Aleph (Paulo Coelho). Saya kutipkan doa yang diucapkannya di dalam sebuah gereja ortodox.

aku memaafkan air mata yang harus kutumpahkan,
aku memaafkan rasa sakit dan semua kekecewaan,
aku memaafkan semua penghianatan serta kebohongan,
aku memaafkan semua finah dan tipu-muslihat,
aku memaafkan kebencian serta penganiayaan,
aku memaafkan pukulan-pukulan yang melukaiku,
aku memaafkan impian-impian yang rusak,
aku memaafkan harapan-harapan yang mati sebelum waktunya,
aku memaafkan permusuhan serta kecemburuan,
aku memaafkan ketidakpedulian dan niat jahat,
aku memaafkan ketidakadilan yang dijalankan atas nama keadilan,
aku memaafkan kemarahan serta kekejaman,
aku memaafkan kelalaian dan sikap menghina,
aku memaafkan dunia dan semua kejahatannya.

sebab, aku memiliki kemampuan mencintai, selepas dari apakah aku balas dicintai.
kemampuan memberi, bahkan saat aku tidak punya apa-apa.
kemampuan bekerja dalam bahagia, bahkan di tengah kesulitan-kesulitan.
kemampuan untuk mengulurkan tangan, bahkan saat aku benar-benar sendirian dan diabaikan.
kemampuan untuk mengusap air mata, bahkan saat aku menangis.
kemampuan percaya, bahkan saat tidak seorangpun percaya padaku.

 Salatiga, 25 Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s