Memilih Dengan Hati

Ketika saya selesai menerjemahkan kegelisahan saya lewat tulisan berjudul “Penjara Rasionalisasi”, saya mulai dihadapkan dengan kewajiban baru yang harus segera saya penuhi. Kewajiban itu tak lain adalah mencari topik skripsi/riset baru.

Tetapi ternyata ini bukanlah hal yang mudah dan bisa saya kerjakan.

Ketidakmudahan yang saya ungkapkan itu bukan berarti saya sulit mencari sebuah fenomena yang bisa saya angkat untuk menjadi sebuah topik, tapi sebaliknya saya justru terlalu mudah untuk menemukan sebuah topik skripsi.

Anda tidak percaya?

Baiklah, saya akan memberikan sedikit demonstrasi kecil.

Ketika anda membaca tulisan-tulisan saya, saya bisa saja mengambil perilaku anda yang sedang membaca tulisan-tulisan saya di blog pribadi atau blog lainnya. Hal yang akan pertanyakan pertama pada anda adalah kenapa anda tertarik membaca tulisan-tulisan di sebuah blog? Apa menariknya membaca blog yang kadang isinya cuma sebuah curhatan belaka? Menarik seperti apa yang anda maksud? Lalu sejak kapan anda menyukai membaca tulisan di blog? Apa tujuan anda melakukan hal tersebut? Seberapa sering anda membaca tulisan-tulisan di sebuah blog dalam kurun waktu seminggu? Apa yang anda dapatkan setelah membaca sebuah tulisan dalam sebuah blog?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana yang saya lontarkan barusan bisa langsung saya olah menjadi sebuah sumber data sebuah riset. Lalu dengan sedikit memolesnya memakai teori yang ada dan menyambungkannya dengan benang logika, maka tersajilah sebuah riset tentang “perilaku membaca blog”.

Tetapi ternyata kemampuan saya dalam membaca fenomena ini tidak terlalu membantu saya untuk menemukan topik baru. Sebaliknya, kemampuan ini membuat saya kelimpungan karena fenomena yang saya temukan terlalu banyak.

Beberapa orang yang sempat saya demonstrasikan kemampuan membaca fenomena menyarankan pada saya untuk mencari topik yang mudah dan cepat saja. “Ya, mendingan kamu cari topik yang bisa bikin kamu itu cepat lulus,” ujar salah satu dari mereka. “Sekalipun harus adopsi sebuah penelitian tak apa. Toh, kamu baru S-1 dan itu tak diperhitungkan ketika kamu ada di dunia kerja,”

Saya membalas saran itu dengan sebuah senyuman.

Senyuman yang saya lemparkan tersebut bukan berarti saya menyanggah saran tersebut. Tapi saya cuma tidak bisa melakukan saran itu saja. Adapun alasan yang bisa saya kemukakan adalah saya adalah saya juga menghindari virus “prokasinasi” yang kerap terjadi dalam kehidupan mahasiswa skripsi. Prokasinasi secara harafiah bisa diterjemahkan sebagai kebiasaan menunda. Prokasinasi bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Bahkan saya sendiri pernah terjebak dalam perilaku ini ketika awal kelolosan proposal skripsi saya yang sebelumnya.

Ketika saya menyadari hal itu, saya berpikir bahwa hal ini sebenarnya disebabkan topik yang sebelumnya bukanlah pilihan hati saya murni, melainkan dengan ego yang sudah terkontaminasi dengan ambisi. Oleh sebab itu ketika saya mengerjakannya dulu, kadang-kadang timbul kemalasan yang berlebihan.

Sama seperti seorang guru, pengalaman itu membimbing saya dengan bijak agar mampu memilih topik yang sangat sederhana, tapi bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Satu-satunya cara yang bisa saya lakukan adalah bertanya pada hati saya pada setiap topic yang saya temukan. Satu demi satu saya sortir sesuai dengan minat dan area yang saya cintai. Mungkin ini akan membutuhka waktu yang lama, namun saya kira ini akan jauh lebih efektif ketimbang asal pilih.

Salatiga, 7 Juni 2013

2 thoughts on “Memilih Dengan Hati

    • Hahaha… Iya. Saya itu lupa gimana tulisannya prokrastinasi yang bener. Jadi ya langsung nulis prokasinasi aja.😀

      Thanks pace sudah mampir dan ngoreksi tulisan saya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s