Di Pesta Dansa itu, Awal Kita Bertemu

dimana kamu menarikku untuk ikut menari di bawah sorotan lampu.

Jujur saja: aku sedikit malu,

tapi kamu meyakinkan aku mampu.

Setelah sekian lama terkekang masa lalu.

Aku baru bisa menari lagi dari dasar kalbu.

Rasanya saat itu,

aku benar-benar mampu menguasai ruang dan juga waktu.

Lalu, tiba-tiba kamu meninggalkan aku seorang diri.

Padahal pesta dansa itu yang belum sepenuhnya usai.

Aku menanti sembari dikoyak rasa sepi,

hingga akhirnya aku memutuskan untuk pergi.

Toh, pesta juga sudah mulai usai.

Orang-orang mulai pergi sendiri-sendiri.

Sepucuk surat sudah kutaruh di atas lantai

Isinya seperti ini:

Terima kasihku dari dasar sanubari

Tapi saat kita bertemu lagi,

jangan pernah tanya rasa itu lagi.

Karena mungkin rasa itu sudah kutinggal pergi,

atau mungkin telah mati kubunuh sendiri.

2 thoughts on “Di Pesta Dansa itu, Awal Kita Bertemu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s