Indekos Marmos

Hampir dua tahun sudah saya menjadi penghuni tetap di rumah daerah Seruni, Salatiga. Kamar saya ada pada deretan pertama setelah masuk gerbang indekos. Ruangannya cukup luas dan ada jendelanya, membuat saya bisa bebas bergerak dan merasakan sejuknya embun tiap pagi. Belum lagi fasilitasnya yang hampir lengkap: Open 24 jam, pakaian dicucikan dan air kamar mandi yang tidak berhenti mengalir. Owh, betapa mulianya hidup ini.

Tapi beberapa hari ini, saat sore hari, saya tidak bisa merasa tenang dan nyaman lagi di dalam kamar. Suara ribut anak-anak SMA Lab yang keras membuat sore hari saya terganggu. Teriakan nama hewan sampai perek terdengar sampai dalam kamar saya. Belum lagi kalau mereka mulai bermain kejar-kejaran, bisa seperti anak monyet lagi kejar-kejaran sama anak kingkong.

Kebiasaan unik anak-anak SMA Lab itu tidak habis disitu. Selain mereka belajar nakal, mereka juga tampak sok galak sama anak-anak indekos lainnya. Sialan, belum pernah saya tempeleng apa!?

Suara ribut itu belum berakhir sekalipun malam telah datang. Yang berbeda hanya subjek pembuat onarnya saja. Anak SMA pulang, Anak GMS (Gereja Mawar Sharoon) datang. Kali ini bukan teriakan tentang nama hewan atau perek yang keluar, tapi ketawa yang keras ala setan kuntilanak yang keluar dari mulut mereka. Suaranya… ampun bos!! Saingan abies ama artis film horror, Suzana. Kalau pun itu diinterpretasikannya sebagai bahasa roh, roh yang datang itu pasti telah kerasukan roh lain. Saya jamin itu.

Pernah suatu kali, saat seorang anak indekos saya putus dengan pacarnya di Surabaya, teman-teman GMS-nya itu mengadakan ‘perjamuan’. Perjamuan yang dimaksudkan adalah minum anggur merah. Entah apa motivasi atau budaya yang ingin mereka kembangkan.

Saya diundang untuk ikut perjamuan itu. Tapi belum sebentar, mereka sudah pada mabuk duluan. Teriakan-teriakan yang mereka keluarkan pun cukup unik. “kawin-kawin-kawin, aku pengen kawin”. Saya ketawa kalau mengingat hal itu. Mungkin, ini pengaruh jadi aktivis gereja ya? Libido mereka tertahan terlalu lama lalu akhirnya meledak saat mabuk. Ha-Ha-ha….

Keributan sendiri berakhir setelah jam satu atau dua pagi. Semua anak batereinya telah pada habis. Ini waktunya untuk beristirahat bagi mereka, tapi…. Lho kok sekarang malah saya yang tidak bisa tidur? Hedeh….

***

Hampir tiap hari, di Kaefe Rindang saya selalu mengeluh kurang tidur tiap hari. Ketakutan saya, jika ini berlangsung setiap hari, imbasnya adalah pada maag akut yang sudah lama nyangkut di lambung saya akan mulai mengacak-acak isi perut. Oh, Dang…

Teman-teman saya cukup mensyukuri atas kejadian yang saya alami tersebut. Mereka menyarankan saya untuk menegur mereka. Tapi itu tidak bisa saya lakukan. Mental saya memang mental orang Jawa. Menengan (diam) tapi menteleng (melotot). Lagipula, saat dikembalikan ke diri saya sendiri, sebuah pertanyaan besar terlontar. Apakah saya dulu juga tidak pernah seperti itu? jika saya ngomongi mereka, apakah mereka akan berubah? Orang dulu saja, saya juga tidak pernah berubah sekalipun dimarahi sana-sini. “Ndableg tenan,” kata mama.

Saya jadi mengerti kenapa banyak orang selalu bilang,”enaknya jadi anak kecil”. Anak kecil itu boleh minta apa saja. Anak kecil itu tidak akan pernah ditempeleng kalau salah. Anak kecil itu juga tidak pernah tahu malu saat dimarahi. Pokoknya menjadi anak kecil itu sangat menyenangkan.

Dari orang tua, saya belajar tentang etika dan moral. Saat orang salah, sebelum dia minta maaf harus dimaafkan. Oleh karena 1tu, saya pun juga sudah memaafkan keributan yang mereka perbuat. ASU!

7 thoughts on “Indekos Marmos

  1. galak ik mase…jamanku kecil banyak cerita soal anak di pupuh alias di hajar sama orang tuanya, piye jal..

  2. “Orang dulu saja, saya juga tidak pernah berubah sekalipun dimarahi sana-sini. “Ndableg tenan,” kata mama.”
    emang saiki ora ndableg to???wkwkwkwkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s