“Kepaung”

BANYAK dari rekan dan teman-teman sering bertanya pada saya apa arti kata “Kepaung” yang sering saya gunakan untuk mengejek mereka apabila melakukan sebuah kesalahan. Saya sendiri cuma bisa menjelaskan  bahwa, ”Kepaung itu artinya kepaung,”. Tapi tampaknya jawaban tersebut tidak memuaskan sama sekali, jadi saya sedikit tergelitik untuk membedah kata tersebut.

Sebuah tindakan sia-sia belaka apabila mencari kata tersebut dalam buku bernama kamus. Mulai dari Kamus Besar Bahasa Indonesia sampai Kamus Bahasa Inggris-Indonesia, bahkan juga Kamus Bahasa Arab sekalipun tidak akan pernah memuat kata tersebut. Lalu apakah kata tersebut dari Bahasa Jawa?

Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. Kenapa? Saat saya cari di pepak boso Jowo, kata tersebut juga tidak muncul, tapi yang saya yakin “kepaung” adalah bahasa Jawa. Alasannya adalah kata tersebut baru saya dengar hanya di pulau Jawa. Tepatnya di Salatiga, Jawa Tengah.

Kelahiran kata “kepaung” sendiri dari permainan kartu capsa susun (capsun) yang sering dimainkan oleh saya dengan beberapa teman-teman dari Fakultas Elektronika di Kafe Rindang. Permainan capsun sendiri sedikit mirip dengan permainan kartu poker karena sama-sama menggunakan istilah Full House, straight, flash atau straight-flash.

Bedanya pada permainan capsun adalah setelah kartu tersebut setelah diurutkan harus disusun mulai dari terkecil sampai terbesar. Jika tidak urut maka akan ttap dinyatakan kalah sekalipun urutan kartu tersebut memiliki nilai yang besar. Hal ini membuat waktu dalam permainan capsun relatif lebih singkat daripada poker.

Lalu darimana asal kata “kepaung” sendiri?

Menurut cerita Ivan Patty, suatu ketika ada seorang anak Elektro ─saya tidak ingat jelas namanya─  yang terburu-buru menyusun kartunya sehingga urutan kartunya jadi berantakan. Sontak saja ia menceletuk,“asem!! KEPAUNG!”. Ungkapan ”kepaung” yang dimaksudkan waktu itu adalah kuwalik atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah terbalik. Celetukan tersebut akhirnya diterima sebagai salah satu istilah dalam permainan capsun.

Entah kenapa istilah kepaung tiba-tiba menjadi populer –di kalangan teman-teman saya. Yang semula hanya dari permainan kartu capsun, sekarang juga dipakai dalam bahasa sehari-hari, terutama sebagai kata sifat yang mengandung unsur ejekan. Misalnya saja,” kamu kepaung masuk UKSW” atau “bocah kepaung”.

Dari kalimat itu, saya mencoba menerjemahkan dalam bahasa yang lebih populer. Saya menemukan satu kata dalam bahasa Inggris yang mungkin maknanya agak cocok dengan kata “kepaung”. Kata itu berasal dari bahasa Inggris yakni blunder yang berarti kesalahan besar yang dilakukan oleh orang itu sendiri.

Pemakaian kata ini sering digunakan media massa yang ada di bidang olahraga cabang sepak bola. Misalnya, “Penjaga gawang Manchester United melakukan blunder karena tidak bisa menangkap sempurna tendangan dari pemain Aston Villa, Gareth Barry”. Dalam kalimat itu berarti penjaga gawang Manchester United melakukan kesalahan besar karena tidak bisa menangkap tendangan dari Gareth Barry. Akan sama maknanya seperti pemakaian kata “kepaung”,

Dari itu, saya jadi teringat pelajaran waktu Sekolah Menengah Atas. Seorang guru Bahasa Indonesia pernah menerangkan bahwa bahasa itu adalah sebuah simbol untuk berkomunikasi. Asal-muasalnya sendiri berasal dari celetukan=celetukan dan celotehan yang kemudian diterima oleh lingkungan dan pada akhirnya dipakai sebagai bahasa sehari-hari. Entah teori tersebut itu benar atau tidak. Tapi tampaknya sekarang saya mulai mengamini teori tersebut karena saya sendiri sering sekali berceloteh tidak jelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s