Si Repoter Baru

Perekrutan untuk anggota redaksi yang terakhir setahu saya adalah 2 orang dari FISKOM angkatan 2010, yakni Dimas yang masuk menjadi redaksi foto dan Naomi sebagai redaksi tulis. Semula saya menanggapi biasa kedua orang tersebut. Semula, saya ingin menggoda Naomi, maka saya menanyakan pada Lidya dan Yeyen untuk meminta no Hpnya. Ternyata yang mempunyai nomer Hpnya adalah Lidya. Esok malamnya karena tidak ada kerjaan, saya sms dia tapi sayang tidak ada tanggapan. Saya cuek saja sekalipun tidak adanya tanggapan oleh Naomi.

Lusa harinya, saya yang sedang asyik-asyiknya makan di buryam, menerima sms dari seseorang menanyakan alamat facebook dan minta maaf karena kehabisan pulsa sehingga tidak bisa membalas smsku. Aku mencoba lihat ini dari siapa, ternyata yang mengirim sms adalah Naomi. Dari situ saya mencoba menjalin pertemanan dengannya lewat sms.

Beberapa hari berhubungan lewat sms dan beberpaa interaksi di kantor Scientiarum, saya  mulai mengenal Naomi itu seperti apa dan mulai (sedikit) tertarik padanya. Anaknya lucu, manis juga sedikit gokil juga sich. Tapi saya berusaha memenuhi prinsip saya, dimana “saya tidak boleh jatuh hati pada sesama rekan kerja” dan “tidak akan berpacaran selama proses pengembangan diri selama satu tahun kedepan”. Hal ini sebenarnya saya bentuk pemikiran seperti itu agar bisa fokus terhadap dunia jurnalistik.

Akhirnya, saya akui mulai terbentur dengan prinsip yang saya buat sendiri. Pikiran dalam kepala sedikit kacau, karena tanpa sadar setelah merenungkan diri ternayata, saya jatuh hati dengan Naomi, si reporter baru. Tapi untuk sementara saya pendam saja karena selain takut ditolak, ada beberapa pertimbangan dimana masih perlu banyak waktu untuk mengenal seorang Naomi Crisant Wulandari.

Beberapa hari yang lalu saya melihat update statusnya di facebook “dia model” dari obrolan koment dengan temannya, salah satu komeentarnya dia mengatakan orang tersebut adalah “calon….” Saat itu yang ada dalam pikiran hanyalah asumsi bahwa, dia sudah menyukai orang lain. Memang sedikit cemburu dan banyaknya beberapa masalah yang terjadi membuat saya menjadi stres sendiri. Masalah tersebut saya paparkan dalam bentuk blog saya “sebuah nama, sebuah cerita”.

Kemarin malam, Selasa 26 Oktober saya pulang sehabis rapat redaksi. Langsung saja, saya menelpon dia untuk mengumumkan hasil dari rapat tersebut. Setelah itu, entah apa yang ada pikiran, tiba-tiba saya “nembak” dia. Tapi dia menolak karena merasa masih baru dan masih ingin bebas, lagipula semenjak masuk Scientiarum dia hanya menganggap saya hanya sebagai kakak. Dia juga meminta agar hubungan kami menjadi kakak-adik angkat. Hal ini saya tolak dengan tegas karena saya sangat menentang hubungan seperti itu.

“Jika suka, bilang suka tapi tidak, ya sudah menjadi teman lagi…”

itulah yang sering seorang yang saya anggap sebagai sahabat, mas Iba. Sama saja menjadi sosok munafik disatu sisi hati saya menyukai, tapi di sisi lain saya rasa sayang saya terbatas oleh status yang dibuat-buat secara sengaja dan sadar.

Sekarang saya kembali saja fokus pada liputan dan beberapa hal yang menjadi prioritas saya. Bukan berarti saya melupakan rasa pada Naomi, rasa itu masih ada, sekalipun dia tidak pernah muncul bebrapa hari di kantor. Tapi tujuan saya masuk Scientiarum adalah belajar menjadi pers bukan mencari pacar karena itu juga sebuah jani pada diri sendiri dan pada sahabat-sahabat saya yang telah berusaha membangkitkan seluruh potensi saya

7 thoughts on “Si Repoter Baru

  1. Percintaan lokasi di SA memang tidak pernah terjalin dengan baik. Sebelum kamu, ada beberapa orang yang sudah mencoba dan gagal. Aku nyaris jadi salah satunya.

    Semoga pengalaman ini memantapkan prinsip yang sudah kamu umbar sekaligus langgar sendiri itu,

  2. aku pikir itu bukan cinta, tapi suka….btw, aku jg pernah mengalami hal yg serupa. untunglah, kedewasaan kita yang lebih kita kedepankan.

    salam,
    saam fredy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s